Friday, September 9, 2011

9 Mitos Populer Tentang Pelembab


1. Mitos: Pelembap tidak dibutuhkan oleh wanita yang memiliki jenis kulit berminyak. Jika digunakan, justru akan membuat kulit semakin berminyak.
Fakta: Kulit berminyak juga bisa mengalami dehidrasi atau kekeringan di lapisan dalamnya. Tanpa pelembap, kulit berminyak justru akan memproduksi lebih banyak minyak untuk area yang kekurangan kadar air.

2. Mitos: Hanya kulit kering yang membutuhkan pelembap.
Fakta: Semua jenis kulit membutuhkan pelembap, karena pelembap alami kulit hanya bertahan selama tiga jam. Selebihnya, kulit membutuhkan bantuan untuk menjaga kelembapan, yang bisa didapatkan dari penggunaan produk pelembap secara teratur.

3. Mitos: Penggunaan pelembap yang teratur justru akan menyumbat pori-pori kulit sehingga berisiko memicu pembentukan komedo dan jerawat.
Fakta: Pelembap tidaklah mengandung minyak yang menutup pori-pori, melainkan mengandung air yang justru merawat pori-pori kulit. Dengan pelembap, produksi minyak dapat dikontrol, pori-pori tetap rapat dan jauh dari komedo dan jerawat.

4. Mitos: Produk pelembap untuk kulit berminyak akan meningkatkan kadar air pada kulit.
Fakta: Nah yang ini baru fakta! Pelembap akan menambah dan mempertahankan kadar air dalam kulit kita. Karena pelembap membantu rehidrasi kulit, mengikat molekul air di lapisan kulit, sekaligus mencegah produksi minyak berlebih.

5. Mitos: Pelembap tidak cocok digunakan saat cuaca panas atau di daerah beriklim tropis.
Fakta: Daerah beriklim tropis seperti Indonesia memang memiliki tingkat kelembapan yang tinggi, namun tidak berarti bahwa kita tidak lagi membutuhkan pelembap. Kelembapan kulit mudah hilang karena proses penguapan dalam suhu udara yang tinggi. Oleh sebab itu, kulit harus selalu diberi pelembap tambahan agar tidak kering.

6. Mitos: Kulit kita tidak perlu lagi pelembap jika sudah menggunakan tabir surya.
Fakta: Tabir surya berguna melindungi kulit dari sinar ultraviolet. Namun kulit kita tetap butuh air untuk menjaga kelembapannya. Karenanya, pelembap tetap dibutuhkan. Oleskan pelembap sebelum mengenakan tabir surya minimal 10 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan, di bawah sinar mentari.

7. Mitos: Pelembap menyebabkan make-up cepat luntur.
Fakta: Pelembap yang tidak tepat dapat menyebabkan make-up cepat luntur. Gunakan pelembap berbahan dasar air yang justru mengontrol kadar minyak berlebih, sehingga make-up akan bertahan lebih lama, dan terlihat halus di kulit.

8. Mitos: Pelembap memang bisa membuat make-up menempel halus, tetapi debu juga ikut menempel.
Fakta: Bila minyak dengan cepat mengikat bakteri lewat debu dan menjadi komedo atau jerawat, pelembap justru sebaliknya. Pelembap melindungi kulit dan mencegah debu masuk ke dalam lapisan kulit lewat pori-pori. Segera basuh wajah Anda dan gunakan kembali pelembap setelah beraktivitas di luar ruangan.

9. Mitos: Kulit yang sedang berjerawat, jika diberi pelembap justru akan membuatnya meradang.
Fakta: Ini tidak benar! Justru bila sedang berjerawat, kulit membutuhkan pelembap. Karena pada umumnya obat jerawat bersifat mengeringkan kulit. Penggunaan pelembap sangat penting untuk menghindari kekeringan kulit. Pilihlah pelembap yang sekaligus mengandung antibakteri, salycilat acid, bebas minyak dan memang dibuat untuk kulit berjerawat.

Untuk Melindungi kulit setiap hari, anda dapat menggunakan produk pelembab kulit yang berfungsi untuk melembabkan, mencerahkan tetapi sekaligus juga melindungi kulit anda dari sengatan sinar Ultra Violet, produk body lotion terbaik dari rumah amika bisa di klik disini.

No comments:

Post a Comment